Saham ADHI akan Dikerek ke Rp 1.200?

Saham PT Adhi Karya Tbk (PT Persero) dikabarkan akan ditingkatkan hingga menembus Rp 1.200 per lembar saham dalam waktu dekat. Peningkatan harga saham ini bersamaan dengan banyaknya proyek yang diperoleh perusahaan konstruksi pelat merah itu.

Di tahun ini, perusahaan konstruksi ini menargetkan pendapatan kontrak senilai Rp 15,5 triliun. Proyek itu terdiri dari carry over tahun lalu senilai Rp 4,34 triliun serta proyek baru pada tahun ini sebanyak Rp 9,8 triliun.

kesuksesan PT Adhi Karya (PT Persero) dalam meraih proyek–proyek infrastruktur tersebut menarik minat investor asing untuk menjajaki kemungkinan berinvestasi di perseroan. Dikabarkan saham ini akan dikerek mencapai Rp 1.200 per lembar dalam waktu dekat.



Laporan Keuangan Bisa Diwakili Akuntan Publik

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan membuat satu aturan baru mengenai peraturan pajak. Jika selama ini wajib pajak (WP) berkewajiban memberikan laporan keuangan ke Ditjen Pajak, maka nantinya WP cukup melakukan laporan keuangan melalui akuntan publik saja.

"Bagi WP yang telah membuat laporan keuangan melalui akuntan publik, maka laporan keuangannya tidak akan kita periksa lagi. Kita anggap sudah cukup, final, dan kita percaya sudah selesai," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10 Desember 2010).

Walaupun tidak menyebutkan kapan realisasi kebijakan baru tersebut, Agus mengatakan bahwa ini adalah langkah baru Kemenkeu untuk menumbuhkan minat publik melakukan audit laporan keuangan. Untuk itu, dibutuhkan kesiapan dari Kantor Akuntan Publik (KAP), ketika nantinya kebijakan ini diperkuat melalui peraturan resmi.

"Kebijakan ini harus didukung komitmen dari akuntan publiknya. Untuk itu, nantinya antara Kemenkeu, Ditjen Pajak, akan menjalin kerjasama dengan asosiasi akuntan publik, agar mereka menjaga kualitas. Jangan sampai nanti audit keuangan yang dikeluarkan palsu," jelas Agus.

Aturan mengenai audit keuangan WP yang tidak lagi melewati Ditjen Pajak ini, ujar Agus lagi, menjadi salah satu poin dalam RUU Akuntan Publik yang sedang dibahas. Di dalam RUU itu, juga diatur terkait masa izin Kantor Akuntan Publik, untuk menjaga kredibilitas & kualitas dari para akuntan publik.

"Untuk hal yang seperti ini, kalau bukan negara yang atur, maka akan sulit. Tidak berarti negara mau mengatur berlebihan, namun negara ingin menjamin audit keuangan ini berjalan lancar. Kita harapkan, RUU Akuntan Publik ini bisa dirampungkan pada tahun 2011," tutur Agus. (afz/jpnn)



Warga Bebas Masuk Areal Stasiun

RANGKASBITUNG – Kebakaran rangkaian gerbong kereta api di stasiun Rangkasbitung pada Senin (11/10) dini hari, masih meninggalkan beberapa misteri. Dugaan sementara, kereta api dibakar oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Salah seorang warga Kampung Bedeng, Kelurahan Muara Cijung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Tri Mulyono menuturkan, tidak tahu persis awal kejadian kebakaran yang menimpa puluhan gerbong kereta api . Teriakan warga, kebakaran, kebakaran, kebakaran, membangunkan dirinya. Lantaran, panik dia langsung menyelamatkan kedua anaknya, karena khawatir yang terbakar rumahnya sendiri.

Katanya, pada saat itu diperkirakan pukul 1.20. Waktu itu juga, dia dan warga dengan menggunakan alat seadanya langsung berusaha memadamkan api. Sebagian lainnya, berusaha memutus rangkaian gerbong kereta api & langsung mendorong ke tempat yang aman. Tapi sayang, upaya tersebut tidak optimal karena api cepat membesar & banyak gerbong kereta yang hangus dilalap si jago merah.

Tri menambahkan, setiap malam keadaan rangkaian kereta api cukup sepi, tidak pernah dia melihat ada petugas keamanan yang patrol & memantau kondisi gerbong kereta. Warga Bedeng sendiri hanya melakukan siskamling di lingkungannya saja & tidak pernah sampai ke stasiun. Mereka menganggap, itu wilayahnya keamanan stasiun.

“Semestinya, taip satu jam sekali petugas keamanan stasiun memantau kondisi keamanan di gerbong. Karena, selama disini, saya & warga tidak pernah melihat mereka berkeliling mengamankan areal stasiun, khususnya ke gerbong kereta api,” katanya.

“Kami sibuk memadamkan api dan berhasil melepas beberapa rangkaian kereta api . Waktu itu, kami tidak melihat seorangpun petugas dari piket di stasiun Rangkasbitung,” ungkapnya.

Di ruang kerjanya, Kepala Stasiun Rangkasbitung Suratman mengatakan, Sampai saat ini belum ada kepastian tentang rencana evakuasi rangkaian gerbong kereta api. Pihaknya, masih menunggu hasil penyelidikan tim laboratorium forensik Mabes Polri. “Jika Puslabfor sudah selesai maka kami akan evakuasi bangkai kereta api ke bengkel Balayasa, stasiun besar Manggarai,” tutur Suratman.

“Kereta tersebut lambat berangkat karena rangkaian gerbong kereta api menginap di stasiun Citeras lantaran tempat parker di stasiun Rangkasbitung tak cukup. Selain itu, ada tambahan 8 gerbong kereta api dari Jakarta untuk melayani perjalanan kereta api dari stasiun Rangkasbitung,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dipo (Sarana PT KAI Stasiun Rangkasbitung) Pujiman mengklarifikasi jumlah gerbong yang terbakar. Dia mengatakan, kemarin jumlah gerbang kereta api yang dirilis ke media berjumlah 20 gerbong terdiri dari 17 gerbong rusak berat dan 3 gerbong rusak sedang. Sedangkan, 3 gerbong lagi yang rusak ringan belum dimasukan. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, semua gerbong yang ikut terbakar dengan kategori rusak berat, sedang, dan ringan, sebanyak 23 gerbong.

Sementara itu, Direktur CV Tiara Pratama Imam Sutrisna membenarkan bahwa perusahaannya yang ditunjuk PT Kereta Api Indonesia (PT Persero) untuk membersihkan serta mencuci rangkaian gerbong kereta api. Tapi, pihaknya tidak mengetahui tentang peristiwa kebakaran yang menghanguskan 23 gerbong kereta. Setiap hari, 19 orang pekerja hanya membersihkan dan mencuci kereta sampai pukul 11.00 atau paling lambat 11.30. “Saya tidak tahu tentang masalah itu. Apalagi, ketuka kejadian saya berada di Jakarta,” tutur Imam kepada Radar Banten.

“Berdasarkan pengamatan saya selama ini, setelah mereka selesai membersihkan kereta. mereka langsung pulang ke rumah masing-masing, kebetulan rumah karyawan saya ada di sekitar stasiun. Mereka pun mengaku tidak tahu menahu tentang peristiwa tersebut,” tuturnya. (mg-05)



Keuntungan Soetta Ditarget Naik 4 %

JAKARTA - Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta), tahun lalu mencatatkan keuntungan lebih dari Rp 1 triliun. Untuk itu, di tahun 2010 ini, PT Angkasa Pura II menargetkan kenaikan 4 persen dari pendapatan tahun lalu.

Hariyanto menjelaskan, pada tahun 2009, pendapatan Bandara Soetta tercatat sebanyak Rp 922 miliar, di mana sebelumnya PT Angkasa Pura menargetkan pendapatan sebanyak Rp 652 M. "Kenaikan ini jauh melampaui target. Makanya, tahun ini diharapkan (bisa) naik sebesar 4 %," tambahnya.

Untuk tahun 2010, target jumlah penumpang tersebut ditargetkan meningkat menjadi 36 juta orang. Dengan kata lain, jumlah penumpang domestik & internasional itu ditargetkan meningkat sebanyak 8 persen.

Sementara, Hariyanto mengatakan lagi, kelebihan lainnya dari laba korporasi itu juga merupakan hasil efisiensi biaya umum sebanyak Rp 16 miliar, biaya pemeliharaan Rp 15 miliar, serta piutang sebesar Rp 8 miliar. (lev/jpnn)



Wow... Ada Bunker di Stasiun Tanjung Priok

SELAMA 350 tahun menjajah bumi pertiwi, banyak jejak yang ditinggalkan Belanda. Salah satunya adalah bangunan yang memiliki arsitektur khas Eropa saat itu, model neo klasik yang berpadu dengan model kontemporer, atau kerap disebut sebagai gaya art deco. Suatu bentuk dekorasi bangunan yang popular ketika Perang Dunia I berakhir.

Sudah menjadi desas-desus jika setiap bangunan mewah yang dibangun Belanda di negeri zamrud khatulistiwa ini menyimpan 1001 cerita. Salah satunya misteri bunker terowongan yang konon menghubungkan bangunan satu ke bangunan lainnya yang letaknya cukup jauh. Tapi semua cerita itu seperti tak pernah bisa dibuktikan.

Pada saat peresmiannya, Presiden dikabarkan sangat takjub dengan kemegahan dan keelokan Stasiun Tanjung Priok. Bahkan sempat dikabarkan, kedua mata Presiden seperti tak pernah kenal lelah memperhatikan setiap sudut bangunannya. Ternyata tak hanya matanya, rasa penasaranya sangat besar untuk melihat setiap sudut bangunan yang didirikan oleh Gubernur Jendral AFW Idenburg (1909-1916) pada tahun 1914 itu.

Kabarnya bunker tersebut telah lama diketahui oleh PT Kereta Api (PT Persero), tapi belum diketahui secara jelas mengapa perusahaan kereta api milik negara ini tidak mengungkapnya. Berdasarkan beberapa literatur, keberadaan bunker ini tidak tercantum dalam maket stasiun peninggalan Belanda.

Atas “tingkah” Presiden, akhirnya PT Kereta Api (Persero) memutuskan untuk menggali bunker. Pasalnya saat itu bunker sudah tertutup lumpur. Selama 3 bulan penggalian sementara saat itu, PT KA (Persero) menemukan ruangan-ruangan lain, bukan hanya bunker semata. Setidaknya tiga ruangan sudah tergali oleh tim penggali saat itu.

Akhirnya penggalian pertama pun dilakukan BP3 pada akhir maret tahun lalu. Lantas benarkah bunker itu mempunyai jalur rahasia milik Belanda?


MISTERI keberadaan bunker di bawah Stasiun Tanjung Priok juga telah menyebar di penduduk Tanjung Priok & sekitar sekian lama. Konon bunker ini terhubung dengan berbagai lokasi penting di masa pemerintahan Belanda saat itu.

Kemudian, Pelabuhan Tanjung Priok. Pembangunan Stasiun Tanjung Priok tak lepas dari keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pengganti Pelabuhan Jakarta pada masa itu, yakni Pasar Ikan. Pada akhir abad ke-19, Pasar Ikan tidak lagi memadai untuk menampung aktivitas pelabuhan, & Belanda membangun fasilitas pelabuhan baru di Tanjung Priok.

Pulau Onrust ini juga markas tentara penjajah Belanda sebelum masuk Batavia dan mendudukinya. Di pulau inilah tentara Belanda melakukan bongkar muat logistik perang.

Sementara salah seorang pegawai Stasiun Tanjung Priok yang enggan disebutkan namanya malah menambahkan, jika ada terowongan lain selain ke ketiga tempat yang telah disebutkan. Yakni Pasar Ikan.

Berdasarkan hasil penggalian, lorong-lorong tersebut memang ditemukan. Ada beberapa pangkal lorong, disebut Mujahid sebagai loket, yang merupakan sebuah lorong panjang. Tapi tidak bisa dipastikan, ke titik mana saja lorong-lorong itu terhubung.(hri/okezone)



PTPN III Lunasi Pokok & Bunga Obligasi Rp150 Miliar

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara III (PT Persero) telah melunasi pokok obligasi I PTPN III tahun 2003 sejumlah Rp140 M.

Hal ini diungkap pada manajemen perseroan dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan, di Jakarta, Jumat (6/8/2010).

Peringkat tersebut mencerminkan prestasi perkebunan PTPN yang sangat bagus, struktur modal yang sangat konservatif, & proteksi arus kas yang sangat kuat. Akan tetapi, peringkat tersebut masih diimbangi oleh profitabilitas perseroan yang berfluktuasi.

Sekadar informasi, PTPN adalah Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit & karet serta pengolahannya. Pada Akhir Mei 2010, luas perkebunan milik PTPN mencapai 159.655 ha yang terdiri dari 105.635 ha kebun kelapa sawit, 37.883 hektar dan 16.137 ha area untuk fasilitas produksi serta infrastruktur.(ade)


JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III telah melakukan beauty contest untuk memilih investor asing yang pandang paling cocok untuk merealisasikan proyek hilirisasi industri sawit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, Sumatera Utara (Sumut).

“Perusahaan patungan ini nanti akan membentuk sembilan anak usaha sesuai produk akhir yang diinginkan. Investor asingnya bisa lebih dari satu, bisa saja di luar kedua calon investor yang ada sekarang ini masuk, seperti untuk fatty alcohol yang kompeten ada dari China, Korea Selatan,” tuur Direktur Perencanaan & Pengembangan PTPN III Chairul Muluk, di Jakarta, Senin (25/10/2010).

Keberadaan investor asing, kata dia, diharapkan juga akan menjadi pembeli (off taker) dari sebagian hasil produksi. Hal ini, lanjutnya, dilakukan untuk mendukung pencitraan dari hasil produksi yang berbasis kelapa sawit Indonesia di pasar Eropa.

Seperti diberitakan sebelumnya, PTPN III menggandeng investor asing dari Italia dan Jerman serta PTPN IV dan PTPN V untuk merealisasikan proyek hilirisasi industri sawit di KEK Sei Mangke, Sumut yang nilai investasinya sekira Rp3,83 triliun.

Dana tersebut akan dikeluarkan untuk merealisasikan sekira 8 jenis industri turunan berbasis sawit di KEK Sei Mangke.(Sandra Karina/Koran SI/ade/okezone)



Bapepam-LK Masih Terus Kaji Laporan Keuangan CMNP

JAKARTA - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengakui masih memeriksa laporan keuangan perusahaan PT Citra Marga Nusaphala (CMNP) terkait laporan PT Bhakti Investama Tbk. Padahal pihak Bhakti Investama melaporkan CMNP pada Bapepam sudah lumayan lama.

Sebelumnya dalam acara konferensi pers, Ketua Bapepam-LK Fuad Rachmany mengatakan komitmennya untuk menyelesaikan kasus-kasus laporan keuangan beberapa emiten.

namun, lanjutnya, jangan mengaitkan lambatnya proses yang dikerjakan Bapepam-LK dengan komitmen karena komitmen dari Bapepam-LK benar-benar dalam mengerjakannya.

“Kita lama pemeriksaan karena kita berbeda dengan BEI. Badan pengawasan itu beda dengan BEI. Banyak proses yang harus ditempuh.
Serta karena kita merupakan negara hukum jadi harus sesuai dengan peraturan,” tegasnya.

Pada 29 Maret 2010, CMNP sudah mencairkan semua investasi pada Abacus. Lalu pada 30 Maret 2010, perseroan melakukan penempatan sebesar Rp137,516 M di PT Anugrah Nusantara Asset Management (ANAM), sesuaidengan perjanjian penempatan dana yang telah ditandatangani kedua belah pihak tertanggal 24 Maret 2010.

Bhakti Investama, sebagai pemilik 16,35 persen saham CMNP, mengajukan permintaan tersebut lewat surat yang dilayangkan pada 12 Juli 2010.

"Kami sebagai pemegang saham CMNP merasa sangat dirugikan dan dengan ini memohon bantuan kepada pihak Bapepam untuk membantu menyelidiki lebih jauh terkait laporan keuangan itu," demikian seperti dikutip okezone dari surat Bhakti Investama.(ade/okezone)