PTPN XI Belum Akan Impor Gula

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI masih melihat keadaan sebelum melakukan penugasan impor gula. "Sebab, ada perkiraan stok gula pada akhir tahun sebesar 820 ribu ton," ujar Corporate Secretary PTPN XI, Adig Suwandi ketika dihubungi Tempo, Rabu (1/12).

Menurut Adig, jika perhitungan stok gula benar, maka stok cukup sampai musim giling berikutnya.

Stok gula tersebut bisa memenuhi kebutuhan selama belum musim giling. "Bisa memenuhi untuk kebutuhan Januari sampai Maret. Sementara April, sudah mulai masuk musim giling di Pulau Jawa," ujarnya.

Meski begitu, pemerintah tetap berpendapat agar Indonesia mempunyai cadangan stok pangan. "Daripada kurang, lebih baik punya," kata Subagyo.

Sejauh ini, ujar dia, pemerintah tidak mengambil sikap agar impor dibatalkan sebab stok sudah cukup. "Hingga sekarang ini, posisi pemerintah tetap memutuskan impor. Izin sudah diberikan sejak Oktober," ujar Subagyo.

"Jumlah persisnya akan diselesaikan dalam satu sampai dua minggu ini," ujar Mari kepada wartawan di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, hari ini (1/9).

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa pada kesempatan yang sama mengatakan persediaan gula hingga akhir tahun akan berada di kisaran 600 ribu hingga satu juta ton. Persediaan ini, menurut dia, tak cukup untuk memenuhi kebutuhan gula nasional. "Kami harus tambah stok sebelum masa giling bulan mei tahun depan," kata Hatta.

Eka Utami Aprilia & ANTON WILLIAM



Adhi Karya Kontrak PLTU Rp 2,3 Triliun

JAKARTA - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) tercatat hingga Oktober 2010 membukukan kontrak baru senilai Rp 6,5 triliun. Itu setelah perseroan berhasil meraih komitmen proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan nilai kontrak baru yang diraup sekitarRp 2,3 triliun.

"Ya, secara keseluruhan kontrak baru yang kita bukukan sampai sekarang ini dengan kontrak-kontrak yang kecil lebih dari Rp 6,5 triliun," ungkap Kurnadi Gularso, Sekretaris Perusahaan Adhi Karya di Jakarta, Senin (15/11).

"Kontrak baru Rp 9,8 triliun itu kan proyeksi di awal tahun. Kita perkirakan hingga akhir tahun kontrak baru tersebut sebesar Rp 8 triliun. Mungkin kondisi ini bisa lebih," tambahnya.

Di antara proyek baru hingga penghujung tahun ini, sekitar Rp 2 triliun diharapkan berasal dari pengerjaan konstruksi dua ruas jalan tol yang saat ini sedang di evaluasi pemerintah. Menurut Kurnadi, nilai kontrak proyek konstruksi jalan tol yang ditargetkan perseroan sampai dengan akhir tahun ini diperkirakan mencapai Rp 2,75 triliun. Pada proyek PLTU di Kalimantan Timur ini, Adhi Karya menggandeng Sinohydro Corporate Limited dari China sebagai mitra kerja.

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah memperoleh proyek terbaru perseroan yakni pembangunan PLTU Teluk Balikpapan yang mempunyai kapasitas sebesar 2 x 100 megawatt (mw).

Proyek ini merupakan proyek dari PT Perusahaan Listrik Negara (PT Persero) dengan nilai kontrak sebesar USD137 miliar (Rp1,24 triliun) dan Rp satu triliun, dengan total kontrak yang diterima sebesar Rp2,3 triliun.

Selain itu perseroan juga mendapatkan kontrak proyek pembangunan Apron Terminal 3 dari PT Angkasa Pura II sebesar Rp156 miliar, proyek ini ditujukan untuk pembangunan parkir, saluran dan drainase di Bandara Soekarno-Hatta. Proyek ini dijadwalkan selesai dalam 300 hari atau sekitar 10 bulan.(ade/far/ito/jpnn/okezone)



BPK dan KPK Didesak Segera Periksa PT KS

JAKARTA - Pengamat kebijakan publik & politik, Ichsanudin Noorsy, mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera melakukan audit investigasi terhadap proses penjualan saham perdana (PT Persero) Krakatau Steel (KS) melalui initial public offering (IPO). Desakan tersebut, menurut Ichsanudin, karena pelepasan saham pertama KS (PT Persero) melalui IPO jauh di bawah nilai investasi kapasitas terpasang sekarang ini.

"Nilai riil investasi kapasitas terpasang berkisar pada Rp seribu tigaratusan, sementara harga saham yang dilepas tidak lebih dari Rp 850. Ini layaknya pola-pola 'penggorengan' saham Indosat tempo hari," kata Ichsanudin, dalam diskusi bertema "Membedah IPO Krakatau Steel", di press room DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/11).

Lebih lanjut, dia juga mengkritisi pernyataan Menko Perekonomian Hatta Radjasa yang juga Ketua Komite Privatisasi, yang meminta agar Menneg BUMN memuaskan publik dengan info sebelum penjualan saham dilakukan. "Tidak mungkin itu dilakukan pemerintah, karena logika yang digunakan untuk menjual aset negara berdasarkan mazhab neolib," ujarnya.

Dan di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad Wibowo, mengungkapkan rasa pesimisnya bahwa BPK dan KPK akan mampu mengusut proses obral saham PT KS. "Maaf, saya kehilangan kepercayaan terhadap KPK. Skandal Century yang jelas-jelas ada bukti hukumnya, tidak bisa diselesaikan KPK. Apalagi penjualan saham PT Krakatau Steel yang sengaja dibuat rumit," kata Dradjad.

Sementara itu, Ichsanudin juga menambahkan bahwa target penjualan sejumlah saham BUMN akan mendapatkan hasil Rp tiga puluh lima triliun, merupakan pernyataan yang mengada-ada. "Bagaimana mau dapat Rp tiga puluh lima triliun, kalau dari penjualan saham PT Krakatau Steel hanya mengantongi hanya Rp 1,77 triliun. Ini adalah kemenangan neolib dalam menguasai aset bangsa," tambahnya. (fas/jpnn)



Dukung PTPN III Jadi Pioner Industri

Labusel (SIB)
Sebanyak 500-an anggota perwiritan di PTPN III Torgamba pada temu ramah bersama puluhan utusan pengurus masjid se-Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sabtu (27/11) mengatakan, calon Bupati dan Wakil Bupati Labusel periode 2010-2016 H Wildan Aswan Tanjung SH & Drs H Maslin Pulungan merupakan pilihan & tanggung jawab semua muslimin & muslimat PTPN III Torgamba demi mewujudkan perubahan pembangunan di kabupaten baru pemekaran Labusel ke arah yang lebih baik dan maju


Dia berharap semua umat baik muslim dan masyarakat sekitar meningkatkan ukhuwah dan silatuhrahmi guna menghindarkan prasangka buruk kepada sesama muslim sehingga tidak gampang diadu domba. Kemudian bisa menanamkan tauhid dan akhlak sesuai tuntunan Nabi Muhammad kepada generasi muda untuk membendung penyalahgunaan kemajuan.

Selain anggota ibu-ibu perwiritan juga seluruh warga di dalamnya termasuk umat Islam, Kristen, Hindu dan Budha diminta agar komit memenangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati H Wildan Aswan Tanjung, SH dan Drs H Maslin Pulungan pada Pemilukada Labusel putaran kedua yang direncanakan dilaksanakan 16 Desember 2010 mendatang.

Awal perubahan dalam pembangunan infrastruktur untuk menyentuh kepentingan umum maupun pembinaan agama dan kemajuan anggota ibu-ibu perwiridan akan lebih meningkatkan kesejahteraan, kerukunan beragama dan adat suku etnis lainnya di Kabupaten Labusel. Ibu-ibu pengurus dan anggota ibu-ibu perwiridan di dalamnya keluarga besar PTPN III Torgamba telah semakin berpikir logis dan maju. Tidak lagi mudah terhasut isu dan godaan yang dapat mengganggu rencana hati nurani warga untuk mewujudkan perubahan terobosan melalui pasangan H Wildan Aswan Tanjung SH dan Drs H Maslin Pulungan membangun Kabupaten Labuhanbatu Selatan ke arah yang lebih baik.

PTPN III Jadi Pioner Industri
Sementara itu calon Bupati Labusel H Wildan Aswan Tanjung, SH ketika dihubungi SIB lewat telephon selulernya, Senin (29/11) sore menjawab dan mengucapkan selamat atas berlangsungnya wirid akbar di PTPN III Torgamba. H Wildan Aswan Tanjung SH mengatakan, semoga PTPN III diproyeksikan menjadi pioneer industri CPO yang menghasilkan berbagai jenis produksi turunan menjadi komoditi ekspor di pasar internasional yang merupakan kebanggaan besar Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Wirid akbar PTPN III Torgamba yang berlangsung khikmad itu, Sabtu (27/11) sore sekaligus mengundang resmi kehadiran tim relawan H Wildan Aswan Tanjung, SH dan Drs H Maslin Pulungan. Acara tersebut diawali dengan pembacaan kitab suci Al Qur’an oleh masing-masing anggota ibu-ibu perwiridan dan dihadiri segenap pimpinan perusahaan serta para pengurus IKBI. Ketum tim relawan Hj Hasnah Harahap mengharapkan perluasan dan kemajuan anggota ibu-ibu wirid di PTPN III Torgamba lebih meningkatkan persatuan dan kesatuan beribadah yang bisa menjadi contoh tauladan dan kenyamanan masyarakat di sekitarnya.

Disampaikannya, komisaris utama/anggota & dirut PTPN III bersama jajarannya semakin ternama prospek pasar bebas terutama hubungan dagang Asean-China menjadi salah satu peluang besar terhadap pasar CPO & industri hilir nasional. Dalam peningkatan PTPN III yang pada umumnya berada di kawasan Labusel sebaik mungkin sistim kemitraan bisa dipertahankan dengan cara sama-sama membangun.



Nasib Direksi PT KAI, Tunggu Hasil KNKT

JAKARTA- Menteri BUMN Mustafa Abu Bakar mengaku sangat terpukul dengan kecelakaan maut yang terjadi 2 Oktober lalu. Kecelakaan Kereta Api Senja utama dengan KA Argo bromo anggrek yang menewaskan 37 orang & puluhan lainnya luka-luka.

Hari ini, Senin (4 Oktober 2010) semua jajaran Direksi PT Kereta Api Indonesia (Perseroan) dipanggil Mustafa untuk diminta keterangan penyebab terjadinya kecelakaan. Selain itu, Mustafa tak membantah bila nantinya pemanggilan ini bisa berujung pada perombakan jajaran Direksi PT KAI yang dianggap ceroboh dalam bekerja.

Kekecewaan terhadap Direksi PT KAI diungkapkan Mustafa, karena sebelumnya saat arus mudik & arus balik, prestasi justru bisa diraih dengan zero accident (tanpa kecelakaan) pada transportasi Kereta Api

"Ya mungkin bisa saja nanti. Sekarang kita menunggu hasil penyelidikan dulu dari KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Saya menyatakan kemarin kalau bisa secepatnya kita mendapat laporan dari KNKT. Nanti Kementrian Perhubungan dan BUMN, akan duduk bersama mengevaluasi hasil investasi KNKT ini," kata Mustafa pada wartawan di kantor Menko perekonomian, Jakarta.

Karena itulah, hasil investasi KNKT kata Mustafa menjadi penting untuk acuan BUMN mengambil sikap terhadap kinerja PT Kereta Api. Evaluasi internal terkait kecelakaan tersebut, akan dilakukan siang ini di kantor BUMN, Jakarta.

"Untuk kewaspadaan sebelum lebaran, anda semua tahu kalau mereka (PT KAI) saya kumpulkan semua. Kita briefing dan diskusi. Alhamdulillah tidak terjadi accident dan pelayanannya pun memuaskan. Ini tiba-tiba sesudah lebaran, kok malah ada kejadian seperti ini," kata Mustafa menyesalkan.

Meski mengakui banyak hal yang harus dibenahi di tubuh PT KAI, Mustafa mengatakan belum ada rancangan pemerintah untuk menambah alokasi anggaran bagi PT KAI. Sementara PT KAI sendiri sudah lama mengusulkan tambahan alokasi anggaran untuk menunjang operasional.

"Apalagi karena ada indikasi kecelakaan ini karena human error. Berarti ini ada faktor SDM KA-nya dan saya sangat beri perhatian untuk hal ini. Kita tidak ingin yang seperti ini terjadi lagi," katanya.

"Kalau PT KAI telah lama mengusulkan tambahan anggaran, tapi kalu dari segi Kemenhub masih belum. Kita sekarang pikirkan pola pembiayaannya bagaimana. Kita bisa gabungkan anggaran dari pemerintah dgn Pemda, bisa juga tambahan anggaran dari dana asing," kata Mustafa.(afz/jpnn)



BNBR Raih Pinjaman US$300 Jt dari Credit Suisse

INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menjaminkan US$300 juta (1,4%) saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) untuk mendapatkan pinjaman anyar sebesar US$67,7 juta atau Rp600 miliar. Pinjaman tersebut dari Credit Suisse International.

Dalam laporan keuangan perusahaan BNBR per 30 September 2010 disebutkan BNBR memiliki utang jatuh tempo pada 4 Desember 2010 kepada Bank Sarasin-Rabo Ltd sebanyak US$15 juta. Dengan demikian pinjaman tersebut salah satunya untuk membayar utang perseroan. Saldo pinjaman mencapai US$55 juta atau sekitar Rp432,6 miliar.

Dalam rencananya, selain membayar utang Bank Sarasin, BNBR juga akan membayar utang ke Ascention Ltd sebesar Rp214 miliar. Sisa dananya dipakai untuk modal kerja.

Pinjaman dari Credit Suisse ini sudah ditandatangani pada Oktober lalu dengan jangka waktu 4 tahun.

Sedangkan pinjaman kepara Ascention sebesar US$128 juta akan jatuh tempo pada 30 Maret 2012. Pinjmana ini diperoleh sejak 5 Februari 2010 dengan bunga senilai US$6,4 juta pada awal periode. Namun pelunasannya bisa tunai atau obligasi konversi.

Demikian kata pengamat pasar modal Irwan Napitupulu kepada INILAH.COM. Menurutnya, investor masih punya peluang trading pada saham yang masih bullish serta secara teknikal masih di area support.

Dihubungi terpisah, Willy Sanjaya, analis dari Lautandhana Sekurindo juga mengakui adanya peluang penguatan pada saham grup Bakrie. Menurutnya, saham kelompok ini akan digerakkan untuk menjaga bursa saham, menjelang penawaran saham pertama Bumi Resources Minerals (BRMS). “Saham yang masih akan menguat adalah BNBR & ENRG,” katanya.

BRMS akan tercatat di BEI pada 9 Desember 2010. Namun, sekarang ini, investor mulai memperjualbelikan saham BRMS di luar bursa pada harga Rp780/saham, atau premium 22,8% dari harga perdana Rp635/saham. Selama bookbuilding, total pesanan investor mencapai US$1 miliar atau oversubscribed 5 kali. Dana hasil IPO ditargetkan mencapai Rp2,07 triliun.

Adapun ENRG telah menuntaskan akuisisi 10persen blok Masela di Laut Arafura, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lapangan gas Abadi di blok Masela menyimpan cadangan gas cukup besar serta diperkirakan mampu memproduksi sekitar 4,5 juta ton LNG per tahun dan 13 ribu barel kondensat per hari.

Kemudian US$15 juta kepada Bank Sarasin-Rabo (Asia) yang jatuh tempo pada 4 Desember 2010 dan sisanya untuk modal kerja. Manajemen mengatakan perseroan sudah mengurangi utang jangka pendek senilai Rp1,3 triliun sampai September 2010.

Sedangkan ELTY dinilai menarik terkait rencana perseroan membangun theme park Disneyland di Lido, Sukabumi, dengan kebutuhan dana US$1 miliar. Perseroan dikabarkan sudah menunjuk Barclays Plc. untuk mencarikan mitra strategis untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut. “Rekomendasi beli untuk ELTY,” ujarnya.



Danareksa Targetkan Rp100 Miliar untuk RDPT

JAKARTA - PT Danareksa (PT Persero) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp46,83 miliar pada semester I-2010 dibanding rugi bersih yang dibukukannya pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp52,54 miliar.

Seperti dikutip dari laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Kamis (30 September 2010) , naiknya kinerja keuangan perseroan ini akibat perseroan mendapatkan untung dari penjualan surat berharga sampai menjadi Rp65,9 miliar, dari periode sebelumnya yang rugi sebesar Rp99,6 miliar.

Hasilnya, total perolehan usaha perseroan mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar Rp324,35 miliar dari sebelumnya yang sebesar Rp117,6 miliar. Sementara beban bunga tercatat sebesar Rp80,1 miliar dari sebelumnya yang sebesar Rp73 miliar.

Sedangkan untuk laba usaha tercatat Rp59,7 miliar dari sebelumnya yang rugi sebesar Rp52,75 miliar. Jumlah aset perseroan pun bertambah menjadi Rp2,73 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp2,6 triliun.

Diharapkan, produk ini dapat menarik para investor. Hingga Oktober 2010, PNM telah berhasil menghimpun fasilitas pinjaman dari perbankan dan investor pasar modal dengan total fasilitas mencapai Rp2 triliun.